Sosialisasi Relima 2025: Literasi Adalah Proses Berkelanjutan

 

Nasional- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) hadir demi martabat bangsa. Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz dalam pembukaan Sosialisasi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) menekankan bahwa perpustakaan bukanlah tempat sekadar untuk menyimpan buku, melainkan perjuangan meningkatkan martabat bangsa.

Menurut data terakhir, minat baca buku di Indonesia masih rendah. Kepala Perpusnas mengatakan dalam satu tahun hanya 5 buku yang dibaca dan jam membaca buku juga sangat rendah. Kondisi ini mendorong Perpusnas mencari solusi agar akses buku semakin merata dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

Baca jugaKeren ! Perpustakaan Nasional Gelar Fasilitasi Penggerak Literasi Tahun 2024 Di Hotel Aston Kota Madiun

Literasi adalah proses berkelanjutan. Selama dua tahun ini, Perpusnas telah menyediakan buku bacaan bermutu untuk perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, bahkan pada tahun 2025 sarana ibadah juga diberikan bantuan buku. Tidak hanya itu, Aminudin juga mengatakan bantuan buku juga menyasar ke fasilitas umum seperti puskesmas.

Selain bantuan buku bermutu, KKN Literasi, Program Relima, merupakan proses untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Kolaborasi terus dijalankan sebagai wujud menciptakan bangsa yang bermartabat melalui literasi yang dimulai dengan budaya gemar membaca di masyarakat.

Baca jugaRumah Baca Biting Mendapatkan Bantuan 1.000 Buku Dari Perpustakaan Nasional



Komentar